Lima Menit Menggambar
Tim Psikolog Art Healing
Naskah ditinjau bersama sebelum diterbitkan

Di tengah rutinitas yang menuntut, menemukan waktu untuk diri sendiri sering terasa seperti kemewahan. Kita terbiasa merespons kebutuhan orang lain, mengejar tenggat waktu, dan menyerap informasi tanpa henti. Suara batin sendiri kerap tenggelam dalam hiruk-pikuk itu.
Jeda tidak selalu membutuhkan waktu berjam-jam. Terkadang, lima menit dengan selembar kertas dan pensil sudah cukup untuk membawa pikiran kembali ke masa kini. Melalui goresan sederhana, ada ruang aman untuk melepaskan sedikit beban yang belum terucap.
Banyak orang ragu mencoba karena merasa "tidak bisa menggambar". Padahal esensinya bukan menciptakan karya yang indah, melainkan proses memperhatikan diri sendiri. Coretan bebas atau pola berulang sudah cukup — fokusnya pada sensasi pensil menyentuh kertas, bukan hasil akhirnya.
Cara mudah memulai: siapkan kertas kosong dan alat tulis favorit, atur pengatur waktu lima menit, lalu biarkan tangan bergerak tanpa rencana. Begitu waktu habis, perhatikan apa yang muncul — rasa lega, tenang, atau sekadar rasa ingin tahu. Semuanya bagian dari prosesnya, tidak ada yang salah.
Dijadikan kebiasaan harian, langkah kecil ini bisa membantu membangun jeda yang konsisten di tengah hari yang padat — bukan pengganti dukungan profesional, tapi langkah yang bisa dimulai sendiri hari ini.
“Esensinya bukan menciptakan karya yang indah, melainkan proses memperhatikan diri sendiri.”

